Jogjaaa

Jogjaaa
dolan2

Rabu, 02 November 2011

Studi Kasus Motivasi



Kasus kelompok 6

RS. Y memiliki 6 ruang.
Ruang 1           : bedah dan dalam
Ruang 2           : anak
Ruang 3           : bersalin dan maternitas.
3 ruang lainya adalah ruang pendukung. Ruang 3 sering terjadi kekacauan dalam job describe kerja, perawat di ruang 2 sering main di ruang 3.
Tentukan konsep motivasinya sesuai dengan fungsinya?
Identifikasi Diagnosis:
1.      Diruang bersalin dan materniitas sering terjadi kekakacauan dalam pelaksannaan job diskripsi pekerjaan
2.      Perawat  ruang anak sering main keruang maternitas
Penyelesain kasus:
a.       Landasan konsep dasar motivasi (lietarur)
b.      Proses motivasi
c.       Macam-macama motivasi
d.      Teori motivasi
e.       Kepuasan dan ketidakpuasan dalam Bekerja
f.       Motivasi Kerja
g.      Pembahasan untuk menyelesaikan kasus berdasar teori

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Motivasi 
Motivasi adalah karakteristik psikologis manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktor-faktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu (Stoner dan freeman, 1995 : 134).
Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu  (ngalim purwanto).
Ada 3 point penting dalam pengertian motivasi (Stanford) yaitu :
  • Kebutuhan, muncul karena adanya sesuatu yang kurang dirasakan oleh seseorang . baik fisiologis maupun psikologis.
  •  Dorongan, merupakan arahan untuk memenuhi kebutuhan
  •  Tujuan, akhir dari satu siklus motivasi

B.     Proses Motivasi
Motivasi merupakan sebuah predis posisi untuk bertindak dengan cara yang khusus dan terarah pada tujuan tertentu sekalipun rumusan tentang rumusan motivasi dibatasi hingga purposif atau yang diarahkan pada tujuan.
C.     Macam - macam  Motivasi
Motivasi positif dan motivasi negatif, motivasi positif adalah proses untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan untuk mendapatkan hadiah. Motivasi negatif adalah proses untuk mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang kita inginkan tetapi teknik dasar yang digunakan adalah lewat kekuatan ketakutan. Bukti yang paling dasar terhadap keberhasilan suatu bentuk motivasi adalah hasil yang diperoleh dari pelaksanaan suatu pekerjaan.
Berdasarkan pengertian dan analisa tentang motivasi yang telah dibahas sebelumnya, maka pada pokoknya motivasi dibagi menjadi dua jenis Yaitu :
1.      Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motivasi yang tercakup di dalam situasi kerja dan memenuhi kebutuhan dan tujuan-tujuan staf. Motivasi ini sering juga disebut motivasi murni, yakni motivasi yang sebenarnya timbul dari dalam diri sendiri. Motivasi ini timbul tanpa pengaruh dari luar. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang hidup dalam diri individu dan berguna dalam situasi kerja yang fungsional. Dalam hal ini pujian atau hadiah atau sejenisnya tidak diperlukan karena tidak akan menyebabkan individu bekerja untuk mendapatkan pujian atau hadiah itu.
Motivasi intrinsik merupakan motivasi yang berasal dari rangsangan di dalam diri setiap individu. Ia terdiri daripada dorongan dan minat individu untuk melakukan suatu aktivitas tanpa mengharap ataupun meminta ganjaran. Sebagaimana yang sudah dibicarakan, Bruner (1966) mengaitkan motivasi intrinsik ini dengan naluri ingin tahu dan dorongan mencapai kemudahan belajar bagi murid yang baru masuk sekolah. Bagaimanapun, bukan semua motivasi intrinsik diwujudkan secara nyata, akan tetapi ada juga motivasi intrinsik yang dibentuk melalui pembelajaran dan pengalaman yang membawa kepuasan. Contohnya, kebisaaan membaca buku cerita dan bermain alat musik merupakan gerakan motivasi intrinsik yang dibentuk berdasarkan pembelajaran dan pengalamannya.

2.      Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar. Motivasi ekstrinsik tetap diperlukan sebab tidak semua pekerjaan dapat menarik minat bawahan atau sesuai dengan kebutuhan. Motivasi ekstrinsik diwujudkan dalam bentuk rangsangan dari luar yang bertujuan menggerakkan individu untuk melakukan suatu aktivitas yang membawa manfaat kepada individu itu sendiri. Motivasi ekstrinsik ini dapat dirangsang dalam bentuk-bentuk seperti pujian, insentif, hadiah, dan nilai. Selain itu membentuk suasana dan lingkungan yang kondusif juga dapat dikategorikan kedalam bentuk motivasi ekstrinsik, karena hal tersebut dapat mendorong seorang pelajar untuk lebih giat belajar.
Memotivasi adalah proses manajemen untuk memengaruhi tingkah laku manusia berdasarkan pengetahuan mengenai ”apa yang membuat orangf tergerak” (Stoner & Freeman, 1995 : 134). Menurut terbentuknya, motivasi terdiri atas :
1.      Motivasi intrisik, yaitu motivasi yang datang dari dalam diri individu;
2.      Motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang datang dari luar diri individu;
3.      Motivasi terdesak, yaitu motivasi yang muncul dalam kondisi terjepit dan munculnya serentak serta menghentak dan cepat sekali.

D.    Teori Motivasi
Teori motivasi dikemukakan oleh banyak ahli, yang paling dikenal di antaranya (1) Maslow, (2) Alderfer, (3) Herberg, (4) McClelland, (5) Adams, (6) V. Vroom, (7) Skinner, dan (8) Locke.
Gibson mengelompokan teori – teori yang dikemukakan oleh para ahli tersebut ke dalam dua kelompok besar, yaitu teori kepuasan dan teori proses. Pengelompokan tersebut dapat dilihat dalam Tabel 4.1.
Table 4.1 Perbandingan beberapa teori dalam motivasi
Penjelasan Teoritis
Teori dan Penemunya
Penerapan Manajerial
Teori Kepuasan
Faktor – faktor dalam diri orang yang menggerakkan, mengarahkan, mendukung, dan menghentikan perilaku,
·         Hierarki kebutuhan (Maslow)
·         Teori ERG ( Clayton Alderfer)
·         Teori dua factor (Frederich Herzberg)
·         Teori kebutuhan yang dipelajari (McClelland)
Manajer harus berhati – hati menghadapi perbedaan kebutuhan, keinginan, dan tujuan, karena adanya keunikan pada masing – masing individu.
Teori Proses Motivasi
Menguraikan, menjelaskan, menganalisis bagaimana perilaku digerakkan, diarahkan, didukung, dan dihentikan.
·         Teori penguatan (Skinner)
·         Teori harapan (Vroom)
·         Teori keadilan (Adams)
·         Teori penetapan tujuan (Locke)
Manajer harus memahami proses motivasi dan bagaimana individu membuat pilihan berdasarkan keinginan, penghargaan dan pencapaian.

Teori Motivasi
1.      Teori Kebutuhan
a.       Memfokuskan pada yang dibutuhkan orang untuk hidup berkecukupan,
b.      Seseorang mempunyai motivasi kalau ia belum mencapai tingkat kepuasan tertentu dengan kehidupannya, kebutuhan yang telah terpuaskan bukan lagi menjadi motivator,
c.       Yang termasuk dalam teori kebutuhan adalah :
1)      Teori Hirarki Kebutuhan menurut Maslow
a.       Individu akan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan yang paling menonjol atau paling kuat,
b.      Fisiologi – Rasa aman & nyaman – Dicintai dan mencintai – Harga diri - aktualisasi diri.
2)      Teori ERG
a.       Orang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan tentang eksistensi (kebutuhan mendasar/ fisiologi dari Maslow), kebutuhan keterkaitan (hubungan antar pribadi) dan kebutuhan pertumbuhan (kretifitas pribadi),
b.      Jika kebutuhan yang lebih tinggi mengalami kekecewaan , maka yang lebih rendah akan muncul kembali walaupun sudah terpuaskan,
c.       Teori Tiga Macam Kebutuhan
John W Arkison → dorongan yang mendasar dalam diri orang yang termotivasi adalah : kebutuhan untuk mencapai presentasi, kebutuhan kekuatan, kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain,
d.      Teori Dua Faktor
Kayawan dapat dimotivasi oleh pekerjaannya sendiri dan kepentingan yang disesuaikan dengan tujuan organisasi.
2.      Teori Keadilan
a.       Faktor utama dalam motivasi pekerjaan adalah evaluasi individu atau keadilan dari penghargaan yang diterima,
b.      Individu akan termotivasi kalau mereka mengalami/ menerima kepuasan dari upaya dan usaha mereka.
3.      Teori Harapan
Teori harapan berfikir atas dasar :
a.       Harapan hasil presentasi
Individu mengharapkan konsekuensi tertentu dari tingkah laku,
b.      Valensi
Hasil dari suatu tingkah laku tertentu mempunyai kekuatan untuk memotivasi, yang bervariasi pada satu individu
c.       Harapan presentasi usaha
Harapan orang mengenai seberapa sulit untuk melaksanakan tugas secara behasil dan mempengaruhi keputusan tingkah laku.
4.      Teori penguatan
Rangsangan → respon → konsekuen → respon masa depan.

E.     Kepuasan dan Ketidakpuasan dalam Bekerja
Hartzberg → kepuasan dan ketidakpuasan dalam bekerja muncul dari dua factor yang terpisah :
      Faktor - faktor penyebab ketidakpuasan dalam bekerja , antara lain :
1.      Gaji
2.      Kondisi kerja
3.      Kebijakan perusahaan dan administrasi
4.      Supervise
5.      Hubungan dengan supervisor
6.      Hubungan antara teman sejawat
7.      Status
8.      Keamanan

Faktor penyebab kepuasan dalam bekerja, antara lain :
1.      Berprestasi
2.      Pengakuan
3.      Bekerja sendiri
4.      Tanggung jawab
5.      Kemajuan dalam pekerjaan
6.      Pertumbuhan
Rowland →12 kunci utama dalam kepuasan kerja(rowland) :
1.      Input
2.      Hubungan manager dan staf
3.      Disiplin kerja
4.      Lingkunngan tempat kerja
5.      Istirahat dan makan cukup
6.      Diskriminasi
7.      Kepuasan kerja
8.      Penghargaan penampilan
9.      Klarifikasi kebijaksanaan, prosedur dan keuntungan
10.  Mendapatkan kesempatan
11.  Pengambilan keputusan
12.  Gaya manager.

F.      Motivasi Kerja
1.      Bekerja adalah suatu bentuk aktivitas yang bertujuan untuk mendapatkan kepuasan. Bekerja melibatkan baik aktivitas fisik maupun mental ( M. As’ad, 2001 : 47). Gilmer (1971) menyatakan bahwa, “Bekerja itu merupakan proses fisik maupun mental manusia dalam mencapai tujuannya.”
Motivasi kerja adalah suatu kondisi yang berpengaruh untuk membangkitkan, mengarahkan, dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja (Mangkunegara, 2000 : 94)
2.      Prinsip – prinsip dalam Memotivasi Kerja Pegawai
Terdapat beberapa prinsip dalam memotivasi kerja pegawai (Mangkunegara,2000)
a.       Prinsip partisipasi
Dalam upaya memotivasi kerja, pegawai perlu diberi kesepakatan untuk ikut berpartisipasi menentukan tujuan yang akan dicapai oleh pemimpin.
b.      Prinsip komunikasi
Pemimpin mengomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas. Dengan informasi yang jelas, kerja pegawai akan lebih mudah dimotivasi.
c.       Prinsip pengakuan
Pemimpin mengakui bahwa bawahan (pegawai) mempunyai andil di dalam usaha pencapaian tujuan. Dengan pengakuan tersebut, pegawai akan lebih termotivasi.
d.      Prinsip pendelegasian wewenang
Pemimpin akan memberikan otoritas atau wewengan kepada pegawai bawahan untuk sewaktu – waktu dapat mengambil keputusan terhadap pekerjaan yang bersangkutan menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh pemimpin.
e.       Prinsip perhatian
Pemimpin memberikan perhatian terhadap apa yang diinginkan pegawai/bawahannya, dan bawahan akan termotivasi bekerja sesuai dengan harapan pemimpin.
3.      Peran Manajer dalam Menciptakan Motivasi
Untuk melaksanakan tugas tersebut, manajer harus mempertimbangkan keunikan/karakteristik dari stafnya dan berusaha untuk memberikan tugas sebagi suatu strategi dalam memotivasi staf. Hal yang perlu dilaksanakan manajer dalam menciptakan suasana yang memotivasi adalah :
a.       Mempunyai harapan yang jelas terhadap stafnya dan mengomunikasikan harapan tersebut kepada para staf;
b.      Bersikap adil dan konsisten terhadap semua staf dan karyawan;
c.       Mengambil keputusan dengan tepat dan sesuai;
d.      Mengembangkan konsep tim kerja.
4.      Peran Mentor sebagai Instrumen Peningkatan Motivasi Kerja
Peran manajer keperawatan sebagai mentor ( Darling, 1984 dikutip oleh Marquis & Huston, 1998 : 246), yaitu sebagai :
a.       Model
b.      Envisioner
c.       Energizer
d.      Investor
e.       Supporter
f.       Pemegang prosedur standar
g.      Teacher-coach
h.      Feedback giver
i.        Eye epener
j.        Door opener
k.      Idea bouncer
l.        Problem solver
m.    Career counselor
n.      Challenger.
5.      Self-motivation untuk manajer.
Motivasi diri sendiri dari manajer merupakan variable yang menentukan motivasi pada semua tingkatan, khususnya kepuasan kerja bagi staf, sehingga menimbulkan keinginan untuk tetap bertahan pada institusi tersebut. Sikap yang positif, bersemangat, produktif, dan melaksanakan kegiatan dengan baik merupakan factor utama yang harus dimiliki manajer.
6.      Faktor yang Memengaruhi Kinerja dan Kepuasan Kerja
Ada dua factor yang memengaruhi kinerja dan kepuasan kerja, yaitu motivasi dan lingkungan.
a.       Motivasi
Menurut Rowlansi  & Rowland ( 1997 ) fungsi manajer dalam meningkatkan kepuasan kerja staf didasarkan pada factor – factor motivasi. Faktor – factor yang memengaruhi motivasi meliputi :
(1)   Keinginan akan adanya peningkatan
(2)   Rasa percaya bahwa gaji yang didapatkan sudah mencukupi
(3)   Memiliki kemampuan pengetahuann, keterampilan, dan nilai – nilai yang diperlukan
(4)   Adanya umpan balik
(5)   Adanya kesempatan untuk mencoba pendekatan baru dalam melakukan pekerjaan
(6)   Adanya instrument kinerja untuk promosi, kerja sama, dan peningkatan penghasilan.
b.      Lingkungan
Faktor lingkungan juga memegang peranan penting dalam motivasi.
Factor lingkungan tersebut meliputi :
·         Komunikasi
·         Penghargaan terhadap suatu usaha yang telah dilakuakan
·         Pengetahuan tentang kegiatan organisasi
·         Rasa percaya diri berhubungan dengan manajemen organisasi
·         Potensi pengembangan
·         Kesempatan untuk berkembang, meningkatkan karir, dan mendapatkan promosi
·         Dukungan untuk tumbuh dan berkembang, seperti pelatihan, beasiswa untuk melanjutkan pendidikan, pelatihan manajemen bagi staf yang dipromosikan.
·         Kebijakan individual, yaitu tindakan untuk mengkomodasi kebutuhan individu seperti jadwal kerja, liburan, cuti sakit, serta pembiyaannya.
·         Ketenangan dalam bekerja
·         Loyalitas organisasi terhadap staf
·         Penghargaan staf sesuai dengan agama dan latar belakangnya
·         Keputusan organisasi yang adil dan konsisten
·         Upah atau gaji yang bisa mencukupi kebutuhan hidup
·         Kondisi kerja yang kondusif.

G.    Pembahasan Kasus Berdasarkan Teori
1.      Pemimpin mengomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas. Dengan informasi yang jelas, kerja pegawai akan lebih mudah dimotivasi.( Prinsip komunikasi)
2.      Factor yang memengaruhi Kinerja dan Kepuasan Kerja.
Ada dua factor yang memengaruhi kinerja dan kepuasan kerja, yaitu motivasi dan lingkungan.
a)      Motivasi
Menurut Rowlansi  & Rowland ( 1997 ) fungsi manajer dalam meningkatkan kepuasan kerja staf didasarkan pada factor – factor motivasi. Faktor – faktor yang memengaruhi motivasi meliputi :
·         Keinginan akan adanya peningkatan
·         Rasa percaya bahwa gaji yang didapatkan sudah mencukupi
·         Memiliki kemampuan pengetahuann, keterampilan, dan nilai – nilai yang diperlukan
·         Adanya umpan balik
·         Adanya kesempatan untuk mencoba pendekatan baru dalam melakukan pekerjaan
·         Adanya instrument kinerja untuk promosi, kerja sama, dan peningkatan penghasilan.
b)      Lingkungan
Faktor lingkungan juga memegang peranan penting dalam motivasi.
Factor lingkungan tersebut meliputi :
·         Komunikasi
o   Penghargaan terhadap suatu usaha yang telah dilakuakan
o   Pengetahuan tentang kegiatan organisasi
o   Rasa percaya diri berhubungan dengan manajemen organisasi
·         Potensi pengembangan
o   Kesempatan untuk berkembang, meningkatkan karir, dan mendapatkan promosi
o   Dukungan untuk tumbuh dan berkembang, seperti pelatihan, beasiswa untuk melanjutkan pendidikan, pelatihan manajemen bagi staf yang dipromosikan.
·         Kebijakan individual, yaitu tindakan untuk mengkomodasi kebutuhan individu seperti jadwal kerja, liburan, cuti sakit, serta pembiyaannya.
o   Ketenangan dalam bekerja
o   Loyalitas organisasi terhadap staf
o   Penghargaan staf sesuai dengan agama dan latar belakangnya
o   Keputusan organisasi yang adil dan konsisten
o   Upah atau gaji yang bisa mencukupi kebutuhan hidup
o   Kondisi kerja yang kondusif.



DAFTAR PUSTAKA

Suarli, S. 2010. Manajemen Keperawatan. Jakarta : Erlangga.
Kuncoro, Agus. 2010. Buku Ajar Manajemen Keperawatan. Yogyakarta : Numed.


22 komentar:

  1. Menurut Anda, motivasi yang bagaimana yang pantas diberikan kepada perawat di RS Y agar masalah pada RS tersebut dapat diselesaikan? (Ayuningtyas B.R / klmpk 3)

    BalasHapus
  2. menurut Anda, bagaimana peran penting motivasi dalam menyelesaikan masalah pada RS Y? jelaskan.. (Asim Maulana / klmpk 3 )

    BalasHapus
  3. Ani Sumarni kel.2: konsep penyelesaian yang seperti apa yang kelompok 4 ambil untuk menyelesaikan masalah diatas?? motivasi seperti apa yang akan anda terapkan/ lakukan??? terima kasih

    BalasHapus
  4. anindya kel.2 : dalam materi anda disebutkan ada motivasi kerja dan hal ini tepat dalam dunia kerja, terus saya mau tanya apa kelebihan dan kekurangan dari motivasi kerja itu sendiri, dan apa bila anda bekerja kelak apa anda akan menerapkan motivasi kerja ini, jika iya/tidak beri alasanya? trimakasih

    BalasHapus
  5. aniek kel.2 : kenapa self motivation menentukan motivasi pada smua tingkatan khususnya dalam dunia kerja? jelaskan

    BalasHapus
  6. diah F kel 2 : prinsip motivasi kerja apa yang akan anda terapkan jika bekerja nanti?

    BalasHapus
  7. Dinda (Kel 5) tanya : Jika anda memotivasi seseorang apabila motivasi anda tak berhasil, apa yang akan anda lakukan ?

    BalasHapus
  8. ayuningtias kelompok 3 : menurut kelompok kami yang perlu kita lakukan adalah memotivasi dengan motivasi ekstriksik, pertama tama kita memberikan teguran, kemudian menasehati perawat tersebut, setelah perawat tersebut tidak mengulangi kesalahannya kita berikan reward ( Motivasi ekstrinsik),

    BalasHapus
  9. asim kelompok 3 : motivasi mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan masalah,, sebab dengan adanya motivasi seseorang dapat terdorong untuk melakukan yang lebih maju..

    BalasHapus
  10. ani sumarni kelompok 2 : jawaban untuk pertanyaan anda sama dengan ayuningtyas.. makasih

    BalasHapus
  11. anindya kel 2 : iya, Motivasi kerja adalah suatu kondisi yang berpengaruh untuk membangkitkan, mengarahkan, dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja..

    BalasHapus
  12. aniek kel 2 : iyaa,, karena self motivation itu fokus pada kepuasaan kerja staf..

    BalasHapus
  13. diah kel 2 : jawab seperti ayuningtyas yaa,,,

    BalasHapus
  14. Dinda kel 5 : coba cara lain, misalnya dengan menggunakan media, agar orang tersebut mengerti dengan apa yang kita maksudkan

    BalasHapus
  15. dinna kel4 : menurut anda apa saja yang bisa mempengaruhi motivasi?

    BalasHapus
  16. dinna kel:
    menurut kelompok kami yang mempengaruhi motivasi yaitu:
    faktor individual dan faktor-faktor organisasional. Faktor-faktor individual meliputi kebutuhan-kebutuhan (needs), tujuan-tujuan (goals), sikap (attitude), dan kemampuan-kemampuan (abilities). Faktor-faktor organisasional meliputi pembayaran atau gaji (pay), keamanan pekerjaan (job security), sesama pekerja (co-workers), pengawasan (supervision), pujian (praise), dan pekerjaan itu sendiri (job itself). (eni)

    BalasHapus
  17. dewinta kel.5.
    bagaimana cara menjaga manajemen yang telah dibuat dan disusun dalam suatu kelompok organisasi agar tetap stabil????

    BalasHapus
  18. DINDA YANUARITA KEL.5
    Maksut dari kebijakan individu itu,kebijakan yang bagaimana tolong jelaskan dan berikan contohnya????terimakasih.....

    BalasHapus
  19. DIANI PUJI HESTI KEL 5
    Seandainya anda sebaga bawahan atau staf,apabila atasan anda tidak bisa memimpin anak buahnya dengan baik atau tidak bisa memanajemen tugas"nya,sebagai seorang bawahan apa yang akan anda lakukan,tolong jelaskan????terimakasih.

    BalasHapus
  20. saya DINDA YANUARITA dari kelompok 5,ingin bertanya,menurut anda masalah pendelegasian yang sering muncul itu apa saja?jelaskan???trimakash.

    BalasHapus
  21. materinya bagus dan sangat membantu penyelesaian tugas saya....makasih ya,gbu

    BalasHapus
  22. MGM Resorts to partner with Super Group for new casino
    MGM Resorts International is looking 밀양 출장마사지 to bring its first 오산 출장안마 U.S. 천안 출장안마 casino to the 평택 출장샵 state's Harrah's 김포 출장마사지 Las Vegas resort.

    BalasHapus