Jogjaaa

Jogjaaa
dolan2

Selasa, 01 November 2011

Konsep Dasar Manajemen Keperawatan



MANEJEMEN KEPERAWATAN


Dosen : Ns. Andriyani Mustika, S.Kep


                                                                       Disusun Oleh :
Dwi Muntari 
Dwi Teguh Ali Saputra
Eka Lestari 
Eko Septiani 
Ela Fatmawati 
Erni Purwani
Eni Susanti 
Ika Diba Vivin Meylina


 KELOMPOK 6

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDAL
TAHUN AKADEMIK 2011-2012





KONSEP MANAJEMEN

A.    Definisi manajemen
·         Manajemen adalah suatu proses melakukan kegiatan atau usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui kerjasama dengan orang lain (Hersey dan Blanchard)
·         Manajemen adalah pelaksanaan pekerjaan bersama orang lain (Harold konte dan Cyril O’Domel).
·         Manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditentukan dengan menggunakan orang lain (G.R. Terry).

B.     Definisi manajemen keperawatan
·         Manajemen keperawatan secara singkat diartikan sebagai proses pelaksanaan pelayanan keperwatan melalui upaya staf keperwatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan, dan rasa aman kepada pasien atau keluarga serta masyaraka t(Gillis, 1985).
·         Manajemen keperawatan merupakan suatu proses yang dilaksanakan sesuai dengan pendekatan system terbuka. Oleh karena itu manajemen keperawtan terdiri atas beberap komponen oleh tiap-tiap komponen saling berinteraksi. Pada umumnya suatu system dicirikan oleh lima komponen, yaitu input, proses, output, control,dan mekanisme umpan balik (Agus kuntoro,2010).

C.     Prinsip manajemen keperawatan
Prinsip-prinsip manajemen menurut Fayol adalah:
a.       Division of work (pembagian pekerjaan)
b.      Authority dan responsibility (kewenangan dan tanggung jawab)
c.       Dicipline (disiplin)
d.      Unity of command (kesatuan komando)
e.       Unity of direction (kesatuan arah)
f.       Sub ordination of individual to generate interest (kepentingan individu        tunduk pada kepentingan umum)
g.      Renumeration of personal (penghasilan pegawai)
h.      Centralization (sentralisasi)
i.        Scalar of hierarchy (jenjang hiraki)
j.        Order (ketertiban)
k.      Stability of tenure of personal (stabilitas jabatan pegawai)
l.        Equity (keadilan)
m.    Inisiatif (prakarsa)
n.      Espirit de Corps (kesetiakawanan korps)

D.    Fungsi Manajemen :
1.      Perencanaan
Adalah suatu keputusan untuk masa yang akan datang. Perncanaan adalah pemikiran atau konsep-konsep tindakan yang umumnya tertulis dan merupakan fungsi yang penting di dalam mengurangi resiko dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah dan efek-efek dan perubahan.
Pentingnya perencanaan :
·         Menghilangkan atau mengurangi ketidakpastian di masa datang.
·         Memusatkan perhatian pada setiap unit yang terlibat.
·         Membuat kegiatan yang lebih ekonomis.
·         Memungkinkan dilakukannya pengawasan.

2.      Organisasi
Secara statis adalah wadah kegiatan sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Secara dinamis adalah suatu aktivitas dari tata hubungan kerja yang teratur dan sistematis untuk tujuan tertentu.
Ciri-ciri organisasi :
a.       Terdiri atas sekelompok orang
b.      Ada kegiatan-kegiatan yang berbeda tetapi saling berkaitan
c.       Tiap anggota mempunyai sumbangan usaha
d.      Adanya kewenangan, koordinasi, dan pengawasan
e.       Adanya suatu tujuan


Prinsip-prinsip organisasi
a.       Tujuan yang jelas (clear objective)
b.      Skala hierarki(the scalar principle)
c.       Kesatuan komando/perintah(unity of command)
d.      Pelimpahan wewenang (delegation of authority)
e.       Pertanggungjawaban (responsibility)
f.       Pembagian kerja(division  of works)
g.      Rentang kendali(span of control)
h.      Fungsionalisasi(fungcionalization)
i.        Fleksibilitas/kelenturan(flexibility)
j.        Keseimbangan(balance)
k.      Kepemimpian(leadership)
l.        Pemisah tugas(task separation)

Proses pengorganisasian
a.       Analisis tujuan organisasi
Analisis tujuan organisasi dijelaskan seperti piramida terbalik. Artinya analisis ini dimulai dari tujuan, kemudian tugas pokok di jabarkan menjadi tugas-tugas pokok. Kemudian tugas pokok dijabarkan menjadi funsi-fungsi. Setelah itu fungsi di jabarkan menjadi uraian pekerjaan dan terakhir uraian pekerjaan di analisis beban kerjanya.
b.      Analisis jabatan (persyaratan –persyaratan untuk jabatan)
Analisis jabatan terdiri atas pengelompokan jabatan, pengelompokan fungsi, pengelompokan tugas, penentuan bentuk organisasi, penetapan organisasi, dan penyempurnaan organisasi)

Bentuk dan tipe organisasi
Ada tiga bahasan yang terkait dengan bentuk dan tipe organisasi yaitu dasar pengorganisasian serta bentuk organisasian tipe organiasi itu sendiri. Berikut ini penjelasannya:
a.        Dasar pengorganisasian
Terbagi menjadi lima kelompok yaitu:
·         Pengelompokka kerja atas dasra fungsi
·         Pengelompokkan kerja atas dasra proses
·         Pengelompokkan kerja atas dasra pelanggan/klien
·         Pengelompokkan kerja atas dasar produk
·         Pengelompokkan kerja atas dasar daerah/wilayah
b.      Bentuk organisasi
Bentuk organisasi terbagi menjadi empat kelompok, yaitu organisasi lini (line organization), organisasi lini dan staf (line and staff organization), organisasi fungsi (fungsion orgaanization), dan kepanitiaan (committee).
3.      Penggerakkan
Adalah melakukan kegiatan untuk mempengatuhi orang lain agar mau dan suka bekerja dalam rangka menyelesaikan tugas, demi tercapainya tujuan bersama.
Ada tiga tipe penggerakkan:
a)      Kepemimpinan
Ada tiga pengertian kepemimpinan yang menjadi acuan:
·         Suatu kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang-orang agar mau bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu;
·         Seni yang berdasar dari kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar mau berperilaku seperti apa yang dikehendakinya;
·         The process of influencing people to accomplish goals(Huber D)

b)      Motivasi Kerja
Dorongan yang menyebabkan seseorang mau melaksanakan suatu pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggu jawabnya. Motivasi kerja terbagi menjadi 3 yaitu : jenis motivasi, factor motivator, dan factor demotivator.
c)      KISS dan Komunikasi
KISS adalah sebuah akronim yang berarti Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Simplifikasi.


4.      Pengawasan
a.       Arti pengawasan
Adalah suatu proses untuk mengetahui apakah pelaksanaan kegiatan/pekerjaan sesuai dengan rencana, pedoman, ketentuan, kebijakan, tujuan, sasaran yang sudah ditentukan sebelumnya.
b.      Maksud dan tujuan :
Untuk mencegah atau memperbaiki kesalahan , penyimpangan, dan ketidaksesuaian yang dapat mengakibatkan tujuan/sasaran organisasi tidak tercapai dengan baik, karena pelaksanaan pekerjaan / kegiatan tidak efisien dan tidak efektif.
c.       Guna Pengawasan
Pengawasan yaitu
1.      Mencegah penyelewengan, penyalahgunaan wewenang, pemborosan, dan kerugian dalam organisasi.
2.      Meningkatkan rasa tanggung jawab orang yang melakukan pekerjaan
3.      Memperbaiki kesalahan penyelewengan dan penyalah gunuaan wewenang yang telah terjadi
4.      Mendidik setiap orang agar bekerja sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.
d.      Macam dan tipe pengawasan
Macam dan tipe pengawasan terbagi menjadi 3 yaitu :
·         Jika dilihat dari kedudukan unit pengawasan terdiri atas pengawasan dari dalam ( internal control ), dan pengawasan dari luar ( eksternal control ),
·         Jika dilihat dari sasarannya terdiri atas pengawasan preventif ( pencegahan ) yang dilakukan sebelum pelaksanaan dan pengawasan represif yang dilakukan pada saat atau sesudah pelaksanaan,
·         Jika dilihat dari sifat tugas (perana) pengawasan, terdiri atas pengawasan politis/ pengawasan masyarakat, misalnya yang dilakukan oelah DPR, dan pengawasan fungsional, misalnya yang dilakukan oelh aparatur/ lembaga yang tugas pokoknya melaksanakan pengawasan.

5.      Prinsip prinsip yang mendasari manajemen keperawatan
·         Manajemen seyogyanya berlandaskan perencanan karena melalui fungsi perencaan, pimpinan dapat menurunkan resiko pengambilan keputusan, pemecahan masalah yang efektif dan terencana.
·         Manajemen keperawatan dilaksanakan melalui penggunaan waktu yang efektif.Manajer keperawatan yang menghargai waktu akan menyusun perencanaan yang terprogram dengan baik dan melaksanakan kegiatan  sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
·         Manajemen keperawatan akan melibatkan pengambilan keputusan. Berbagai situasi maupun permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan kegiatan keperawatan memerlukan pengembilan keputusan diberbagai tingkat manajeria.
·         Memenuhi kebutuhan asuhan keperawatan pasien merupakan fokus perhatian manajer perawat dengan mempertimbangkan apa yang pasien lihat, pikir, yakini dan ingini.Kepuasan pasien merupakan poin utama dari seluruh tujuan keperawatan.
·         Manajemen keperawatan harus terorganisir.Pengorganisasian dilakukan sesuai dengan kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan.
·         Pengarahan merupakan elemen kegiatan manajemen keperawatan yang meliputi proses pendelegasian, supervisi, koordinasi dan pengendalian pelaksanaan rencana yang telah diorganisasikan.
·         Divisi keperawatan yang baik memotivasi karyawan untuk memperlihatkan penampilan kerja yang baik.
·         Manajemen keperawatan menggunakan komunikasi yang efektif.Komunikasi yang efektif akan mengurangi kesalahpahaman danmemberikan persamaan pandangan, arah dan pengertian diantara pegawai.
·         Pengembangan  staf penting untuk dilaksanakan sebagai upaya persiapan perawat-perawat pelaksana menduduki posisi yang lebih tinggi atau upaya manajer untuk meningkatkan pengetahuan karyawan.
·         Pengendalian murupakan elemen manajemen keperawatan yang meliputi penilaian tentang pelaksanaan rencana yang telah dibuat, pemberian instruksi dan menetapkan prinsip-prinsip melalui penetapan standar,  membandingkan penampilan dengan standar dan memperbaiki kekurangan. 

6.      Proses Manajemen     
Proses manajemen keperawatan sesuai dengan pendekatan sistem terbuka dimana masing – masing komponen saling berhubungan dan berinteraksi dan dipengaruhi oleh lingkungan. Karena merupakan suatu sistem maka akan terdiri dari lima elemen yaitu input, proses, output, kontrol dan mekanisme umpan balik.
Input dari proses manajemen keperawatan antara lain informasi, personel, peralatan dan fasilitas. Proses dalam manajemen k eperawatan adalah kelompok manajer dari tingkat pengelola keperawatan tertinggi sampai ke perawat pelaksana yang mempunyai tugas dan wewenang untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan. Output adalah asuhan keperawatan, pengembangan staf dan riset.
Kontrol yang digunakan dalam proses manajemen keperawatan termasuk budget dari bagian keperawatan, evaluasi penampilan kerja perawat, prosedur yang standar dan akreditasi. Mekanisme timbal balik berupa laporan finansial, audit keperawatan, survey kendali mutu dan penampilan kerja perawat.

7.      Kerangka konsep manajemen keperawatan
Kerangka konsep  manajemen keperawatan adalah  manusia, perawat/keperawatan, kesehatan, dan lingkungan.
·         Manusia
Dalam manajemen partisipatif manusia adalah individu,keluarga/masyarakat yang diberikan pelayanan keperawatan melalui pelaksanan tugas keperawatan yang terorganisasi,terarah, terkoordinasi, dan terintegrasi dalam rentang kendali yg ditetapkan.
·         Perawat
Adalah tenaga keperawatan baik tingkat, manajerial puncak, menengah maupun bawah, dan para pelaksana  keperawatan yang berada dalam rentang komunikasi untuk bekerja sama  memberikan pelayanan  keperawatan sesuai dengan standar praktik keperawatan.
·         Kesehatan
Merupakan kisaran hasil keperawatan  yang berorientasi dalam beberapa dimensi  pelayanan terhadap individu, keluarga, dan masyarakat melalui upaya mencegah, mempertahankan, meningkatkan dan memulihkan .
·         Lingkungan
Merupakan area kewenangan dan tanggung jawab keperawatan baik selama pasien berada dalam institusi pelayanan maupun persiapan menjelang pulang.


DAFTAR PUSTAKA
Suarli, S. 2010. Manajemen Keperawatan. Jakarta : Erlangga.
Kuncoro, Agus. 2010. Buku Ajar Manajemen Keperawatan. Yogyakarta : Numed.
http://dunia-askep.blogspot.com/2011/02/konsep-manajemen-keperawatan.html



16 komentar:

  1. Dhenis (Kel 5) : ingin tanya..apakah konsep manajemen keperawatan itu sudah benar2 diterapkan sepenuhnya di dalam kenyataan yang ada selama ini..dalam faktanya saya melihat di lahan masih bnyak kerancuan yang ada..sebagai calon pemikir bagaimana sikap anda melihat fakta yang seperti ini..kemudian strategi apakah yang mau anda lakukan..

    BalasHapus
  2. Afdhalul (kel1) : mo tanya.. jika anda sebagai KARU, gmn sikap anda dalam memberikan motivasi yang baik dan benar pada tim anda untuk mewujudkan sebuah tim yang optimal dalam kerja, dan dapat memberikan kepuasan pada klien........
    terimakasihh

    BalasHapus
  3. afifatun nur fatinah(kel.1) saya ingin bertanya bagaimana cara anda menciptakan manajeman keperawatan yang terorganisir ??? dan apakah kelompok ini sudah menciptakan manajeman dengan benar sesuai tujuan yang di harapkan

    thankiu.............

    BalasHapus
  4. evie kusumaningrum (kel. 1)
    saya ingin tau,,apa sih definisi manajemen menurut anda sendiri,,? dan apakah anda sudah menerapkan manjemen keperawatan dg baik selama anda berada dilahan praktek (anda sbg mahasiswa dan mengetahui tgs mahasiswa)

    suwun,,,

    BalasHapus
  5. anindya kel 2 : konsep manajement apa yang akan anda terapkan jika anda di beri 1 kewenangan dalam ruang.

    BalasHapus
  6. Alma kel 2 : numpang tanya......, menurut kelompok anda bagaimana cara kita sebagai tenaga kesehatan yang baru saja lulus (bekerja) dan diberi kepercayaan untuk memenejeri sebuah organisasi atau ruangan, langkah apa yang akan anda lakukan?? Haturnuhun..............

    BalasHapus
  7. Ahya kel 2 : mau tanya nih, menurut kelompok anda bagaimana cara membuat suatu team dapat memenejeri sebuah organisasi atau sebuah ruang bangsal dengan baik ?? Tangkiuh_

    BalasHapus
  8. Diyah kel 2 : Mau tanya dong....,bagaimana jika dalam manajemen, pemimpin kita bersikap otoriter...(tanpa meminta pendapat kepada bawahannya, padahal kita sebagai bawahan juga mempunyai hak untuk menentukan sesuaatu yang sekiranya dianggap kurang tepat...

    BalasHapus
  9. Dhenis (5) menanggapi : manajemen adalah bagaimana cara kita memanej kelompok..disamping itu kita juga bisa mempelajari 1 per 1 keunikan didalam kelompok tersebut..yang kita jadikan pegangan adalah kita harus terus berusaha menerapkan konsep yang sudah ada..Manusia
    Dalam manajemen partisipatif manusia adalah individu,keluarga/masyarakat yang diberikan pelayanan keperawatan melalui pelaksanan tugas keperawatan yang terorganisasi,terarah, terkoordinasi, dan terintegrasi dalam rentang kendali yg ditetapkan..itu adalah yang harus kita ingat selalu..manusia tiada yang sempurna pasti ada kelebihan dan kekurangan..mari kita explorer potensi kita..kita pasti bisa jika kita mau mencoba..secara garis besar seorang perawat belum merdeka karena kita blum pnya undang2..tapi kita berusaha untuk merdeka dengan cara menerapkan konsep dengan hati yang ikhlas

    BalasHapus
  10. dhenis kelompok 5 : menurut kelompok ini selama praktek di rumah sakit, konsep manajemen keperawatan sudah diterapkan, tetapi belum sepenuhnya berhasil. mungkin banyak kendala yang menyebabkan konsep manajemen ini belum berhasil diterapkan, misalnya belum mengetahui tentang apa sebenarnya konsep manajemen dan apa fungsinya. sebagai calon perawat dari pengalaman yang kita lihat, kita akan menerapkan mankep dengan baik.

    BalasHapus
  11. afdalul kelompok 1 : menurut kami apabila kami jadi KARU, kami akan memberikan reward saat pre conferens berlangsung, walau hanya sekedar ucapan terimakasih menjalankan tugasnya dengan baik.

    BalasHapus
  12. afifatun kel 1 : dengan cara membentuk struktur organisasi seperti adanya KaRu, Wakaru, PA,.
    sudah kita udah terorganisasi,.

    BalasHapus
  13. evie kel 1 : mankep menurut kelompok 6 adalah melakukan kerjaan sesuai dengan tugas.
    iya, karena kita sudah memimplementasikan langsung dilahan praktek.

    BalasHapus
  14. anindya kel 2 : menurut kelompok 6 manajemen keperawatan yang baik adalah manajemen yang sesuai struktur yang ada misal KARU, WaKARU,KATIM,PA dan mereka bekerja sesuai dengan tugasnya

    alma kel 2 : karena kita sudah medapatkan materi mankep, kita terapkan langsung.

    Diyah kel 2 : maaf sebenarnya tentang mankep, tapi berhubung kita sudah mendapatkan materi, maka bila kita menemukan pemimpin yang otoriter, dengan cara melakukan pendekatan kepemimpinan.

    BalasHapus
  15. ahya kelompok 2 : dengan cara bekerja sama, kita pasti bisa memenejeri sebuah team

    BalasHapus
  16. jika terjadi kekacauan dalam dunia kerja apakah terasuk kesalahan dalam manajemen....???? ayu setya kel 3

    BalasHapus